Biru
Hi, malam..
Akhir akhir ini aku sering memungkiri keberadaanmu.
Hanya untuk..
Menghindari biruku.
Aku terus saja dicela waktu
Temu itu semu karena perpaduan tembok dan kemelut pikuknya nyataku.
Aku terbelenggu rindu seakan sendu tak ragu menyapaku.
Berarah melawan arah mata angin
Ragaku kelu mendapati waktu yang lebih beruntung ditunggumu.
Bagaimana malammu?
Akankah penuh rindu seperti aku?
Atau hanya ada serpihan elusan akhir lalu?
Aku ingin tidur sepanjangmu, waktu.
Tak ingin berdecak karena ini terlalu pagi untuk menunggumu.
Aku rindu..padu lingkar kekarmu dipinggangku.
Mungkin ini semu.
Lalu aku terbangun mendapati waktu terbahak menunjuk hidungku.
-indh-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar